Home
Lulusan Akutansi Harus Dapat Memenuhi Kebutuhan Standar Profesi

Lulusan Akutansi Harus Dapat Memenuhi Kebutuhan Standar Profesi

Jakarta, dbsda
Perguruan tinggi dirasakan perlu menyesuaikan kurikulum untuk jurusan Akutansi, sehingga diharapkan para lulusannya dapat memenuhi kebutuhan standar profesi. Untuk itu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) terlibat aktif dan peduli terhadap pengembangan di sektor hulu profesi tersebut.
”Ini diperlukan sebagai respon terhadap perkembangan cepat, standar akuntansi dan auditing, serta profesi secara umum,” hal itu diungkapkan Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarkosunaryo, pada diskusi profesi Akuntan Publik dan program S1 jurusan akuntansi, yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bandung, (15/01).
Lebih jauh Tarko menyebutkan, tujuan utama diadakannya kegiatan diskusi profesi Akuntan Publik dan program S1 jurusan akuntansi tersebut, mengingat Unpad akan mereview kembali silabus untuk program studi S1 akuntansi.
Ia juga menjelaskan tentang pelaksanaan CPA of Indonesia Exam yang diselenggarakan oleh IAPI, sebagai respon terhadap amanah Undang-Undang Nomor 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 443/KMK.01/2011 tentang penetapan IAPI,  sebagai Asosisasi Profesi Akuntan Publik yang memiliki kewenangan antara lain menyelenggarakan ujian profesi Akuntan Publik.
“Ujian ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses sertifikasi CPA of Indonesia, yang diselenggarakan di IAPI,”katanya.
Sementara itu lanjut Tarko, sertifikasi CPA of Indonesia bertujuan untuk menguji kompetensi individu yang nantinya akan berprofesi sebagai Akuntan Publik.
Untuk materi ujian CPA of Indonesia, kata Tarko, mengacu pada International Education Standards – IFAC.
Sejak November 2012, CPA of Indonesia Exam dilaksanakan dengan sistem Computer Based Test (CBT), secara online melalui testing center yang direkomendasikan.
“Penyelenggaraan CBT CPA of Indonesia bertujuan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada anggota dan calon anggota melalui ujian sertifikasi yang fleksibel, konsisten, equal treatment, aman, dan kualitasnya setara dengan ujian CPA yang diselenggarakan asosiasi akuntan publik negara lain,” paparnya.

Dikatakannya, untuk para peserta dapat mengikuti ujian di testing center di seluruh dunia, yang menyelenggarakan CPA of Indonesia Exam sepanjang tahun. Sementara itu untuk syarat peserta yang mengikuti ujian CPA ini, minimal berpendidikan S1/D4 akuntansi.
Area Kompetensi
Ia juga menjelaskan, untuk proses sertifikasi Akuntan Publik termasuk melalui CPA of Indonesia Exam, dilakukan dalam rangka untuk memenuhi area kompetensi, yaitu melalui mekanisme ujian dan mekanisme penilaian pengalaman kerja.
”Untuk menjalankan profesi sebagai Akuntan Publik, maka seseorang harus memiliki kompetensi profesional di bidang auditing dan asurans, tentunya memiliki pengetahuan di bidang akuntansi, auditing, keuangan dan bidang lain yang relevan,”ujarnya.
Selain itu masih kata Tarko Ankuntan Publik ini juga harus memiliki keahlian profesional meliputi keahlian secara intelektual, hubungan personal dan komunikasi yang baik, serta kemampuan dalam berorganisasi.
Bahkan katanya, harus memiliki nilai-nilai profesional, etika dan perilaku, yaitu skeptisisme profesional dan pertimbangan profesional, prinsip-prinsip etika, serta komitmen terhadap kepentingan publik.
”Aspek kompetensi tersebut dapat ditempuh melalui dunia pendidikan di bidang akuntansi, auditing, keuangan dan bidang terkait yang dibuktikan melalui lulus ujian CPA of Indonesia, serta pengalaman kerja penugasan bidang asurans,”ujarnya.
Menurut Tarko, untuk mempersiapkan sumber daya manusia profesi Akuntan Publik yang lebih baik, IAPI memberikan masukan dan pandangan terhadap hal-hal penting yang harus disiapkan, sehingga lulusan S1 Unpad dapat memenuhi ekspektasi kebutuhan bagi Kantor Akuntan Publik (KAP).
Ia merekomendasi agar kurikulum S1 akuntansi, dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di KAP terutama untuk level staf junior di KAP, yang memiliki kompetensi aspek-aspek mendasar teknikal, professional skills, etika dan nilai-nilai profesional, serta pentingnya menanamkan semangat dalam memperbaharui perkembangan teknis bidang akuntansi, dan bidang lain yang relevan.
”Semangat tersebut perlu ditanamkan sejak mahasiswa, agar setelah lulus mereka mengetahui bagaimana melakukan update kompetensi, mengingat materi yang diajarkan di dunia kampus sudah menjadi usang ketika yang bersangkutan masuk ke dunia kerja,”katanya.
Tarko menambahkan, untuk jurusan akuntansi program studi di kampus, tidak harus mengikuti sama persis dengan silabus ujian CPA of Indonesia, namun kurikulum S1 perlu dirancang guna mempersiapkan lulusan yang lebih siap untuk mengikuti ujian tersebut.IAPI